Ekonomi Indonesia cuma tumbuh 3,5% di kuartal III-2021

Ekonomi Indonesia cuma tumbuh 3,5% di kuartal III-2021

Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada dalam zona positif pada kuartal III-2021. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, perekonomian periode Juli-September 2021 tumbuh 3,51% secara tahunan (yoy).

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat Rp 4.325,4 triliun. Kemudian, bila dilihat atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat Rp 2.815,9 triliun. Sayangnya, meski berada dalam zona positif, pertumbuhan ekonomi Indonesia ini lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada kuartal II-2021. Sekedar mengingatkan, pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua mencapai 7,07% yoy.

Margo bilang, penurunan angka pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2021 ini tak lepas dari adanya peningkatan kasus harian Covid-19 yang membuat pemerintah menarik rem darurat berupa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan PPKM Level.

“PPKM ini berpengaruh besar karena menghambat mobilitas dan mengganggu aktivitas ekonomi secara keseluruhan,” ujar Margo via video konferensi, Jumat (5/11).

Tak hanya lebih rendah dari kuartal II-2021, realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga ini pun meleset dari perkiraan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 mencapai 4,5% yoy. Bahkan, angka ini lebih optimistis daripada proyeksi sebelumnya yang sebesar 4% yoy.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bahkan lebih percaya diri. Dia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi di periode Juli-September 2021 bisa tumbuh di kisaran 5% yoy, meski pada awal Juli 2021 dihadang badai Covid-19.

Perry tak menampik, pembatasan kegiatan masyarakat ini menekan kegiatan ekonomi masyarakat, terlihat dari menurunnya aktivitas transaksi ekonomi dan keuangan.

Namun, penurunan kegiatan ekonomi ini hanya bersifat sementara. Pasalnya, setelah PPKM menunjukkan hasil dengan penurunan angka penyebaran kasus, BI melihat adanya peningkatan kegiatan ekonomi bahkan pada akhir Juli 2021 dan terus berlanjut pada Agustus 2021 dan hingga saat ini.

Ekonomi Indonesia diyakini seharusnya bisa tumbuh 4-5% di kuartal akhir 2021 nanti. Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi nasional periode Juli-September 2021 tumbuh 3,51% secara tahunan (yoy).

Menurut Ekonom LPEM-FEB UI Teuku Riefky, ada beberapa pertimbangan yaitu tingkat penyebaran covid-19 yang melandai signifikan dan terdapat beberapa sektor yang menggerakkan ekonomi.

“Sektor pengolahan, perdagangan, dan konstruksi pada kuartal dua kemarin sudah mendekati normal. Ini berpotensi didorong demand masyarakat yang mulai pulih, harusnya jadi pendorong PDB naik sekitar 5% di kuartal akhir tahun ini,” ujar Riefky dalam live IDX Channel di Jakarta (8/11/2021).

Menurutnya penurunan angka pertumbuhan ekonomi pada kuartal III tahun 2021 kemarin akibat adanya peningkatan kasus Covid-19 akibat varian delta yang membuat pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan PPKM Level.

“Ada over estimasi di kuartal tiga karena melihat pelonggaran yang dilakukan pemerintah. Tapi ini harusnya positif untuk jangka panjang,” katanya.

BPS menyatakan industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 0,75%. Tercatat, sektor manufaktur hanya tumbuh 3,68% yoy atau lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal II-2021 sebesar 6,58% yoy.

 

sumber: https://ekbis.sindonews.com/read/593053/33/ekonomi-indonesia-akhir-2021-bisa-naik-capai-5-ini-pertimbangannya-1636355476

https://nasional.kontan.co.id/news/melesat-dari-target-ekonomi-indonesia-cuma-tumbuh-35-di-kuartal-iii-2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *