Perekonomian AS Berdampak Baik Terhadap Perekonomian RI

Perekonomian AS Berdampak Baik Terhadap Perekonomian RI

Perekonomian AS Berdampak Baik Terhadap Perekonomian RI

Pandemi Covid-19 yang terjadi  di awal tahun 2020 lalu membuat keadaan ekonomi di seluruh dunia tidak stabil, termasuk Indonesia. meskipun saat ini kasus pandemi sudah mulai melandai, akan tetapi keadaan ekonomi masih dalam tahap pemulihan. Dalam tahap pemulihan ekonomi agar kembali dengan keadaan normal, tentunya diperlukan waktu yang cukup lama, terutama bagi Indonesia.

Akan tetapi, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purba Yudhi Sadewa memprediksi laju perekonomian Indonesi akan meningkat, seiring dengan pemulihan ekonemi di Amerika Serikat, bahkan meberikan Indonesia ruang untuk tumbuh lebih cepat. Hal ini tercermin dari siklus bisnis dan pengalaman ekonomi AS-Indonesia di masa lalu. Menurut catatannya, biasanya saat ekonomi AS pilih dari resesi dan tumbuh positif, maka dampaknya juga akan positof ke Indonesia. artinya dampak global memberi ruang ke Indonesia untuk tumbuh lebih cepat ke depan.

Meksipun Bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) berencana menaikkan suku bunga acuannya pada tahun depan, tetap dapat memeberikan peluang bagi Indonesia. The Fed mennaikkan suku bunga acuan bukan untu menaikkan ekonomi, tapi The Fed mengendalikan pertumbuhan ekonomi supaya ekonomi AS tumbuh sesuai tingkat wajarnya di kisaran 2-3 persen. Jadi kita tidak perlu khawatir dengan tapering dan potensi kenaikan fed fund rate di tahun 2022. Dampak tapering (pengurangan likuiditas) oleh The fed dan rencana kenaikan suku bunga acuannya tidak akan memebri damapak, seperti taper tantrum pada tahun 2013. Karena The Fed sudah mengomunikasikan hal ini sejak jauh-jauh hari, sehinnga sudah bisa siantisipasi oleh bannyak pihak.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan  (OJK) Wimboh Santoso juga melihat dampak dinamika ekonomi global tak perlu terlalu dikhawatirkan. Pasalnya, para pemangku kebijakan yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sudah meramu kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil untuk membantu ekonomi Indonesia. Ia optimis ekonomi Indonesia tetap bisa meneruskan tren peretumbuhan positif yang sudah terjadi pada kuartal-kuartal sebelumnya. Tercata Indonesia tumbuh 7,07 persen pada kuartal II dan 3,51 persen pada kuartal III 2021. Tidak hanya itu, para pelallu industri perbankan juga memberikan sinyal optimisme yang sama, seperti Direktur Utama PT Bank Negara Indonesi (Persero) Tbk atau BNI Royke Tumilaar memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh di kisaran 5 persen sampai denga 5,5 persen di tahun 2022. Serta Direktur Manajemen Risiko PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Ahmad Siddik Badruddin meramalkan laju perekonomian nasional berada di kisaran 5 persen pada tahun 2022, salah satunya didukung oleh penyaluran kresit bank yang sudah mulai positif dan tumbuh pada tahun ini serta diperkirakan bakal berlanjut pada tahun depan.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20211122203024-78-724629/lps-sebut-kondisi-ekonomi-as-bikin-ri-tumbuh-lebih-gesit

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *