Pentingnya Pembahasan Sherpa Track dalam G20 2022

Pentingnya Pembahasan Sherpa Track dalam G20 2022

Pentingnya Pembahasan Sherpa Track dalam G20 2022

G20 merupakan forum ekonomi global yang dibentuk pada tahun 1999 sebgai respons atas krisis ekonomi saat itu. Forum ini dibentuk dengan harapan agar dapat memberikan mitigasi dan penanganan serta membantu negara-negara keluar dari krisis. Forum G20 beranggotakan 19 negara, yaitu Amerika Serikat, Argentina, Brazil, Australia, Kanada, Meksiko, Turki, Indonesia, Korea Selatan, Jepang, China, Jerman, Inggris, India, Arab Saudi, Afrika Selatan, Italia, Prancis, Rusia dan Uni Eropa. Indonesia sendiri telah menjadi anggota pertemuan Forum G20 sejak awal terbentuknya yaitu pada tahun 1999. Akan tetapi, Indonesia baru diundang KTT G20 pertama kali pada tahun 2008 di AS.

Tuan rumah penyelenggaraan KTT G20 atau dikenal dengan presidensi G20 ditetapkan secara konsesus pada KTT berdasarkan sisten rotasi kawasan dan berganti setiap tahunnya. Pertemuan ini terdiri dari dua jakur, yaitu pembahasan isu-isu ekonomi, keuangan, fiskal, dan moneter atau biasa disebut dengan Finance Track. Dan secara resmi, Indonesia akan menjadi Presisdensi G20 mulai 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022 dengan mengangkat tema utama “Recover Together, Recover Stronger”, dan merupakan kali pertama bagi Indonesia menjadi Presidensi G20.

Dalam kesempatannya, Indonesia akan mengangkat dua tema besar mengenai ekonomi dunia yang menjadi pembahasan, yaitu finance track yang membahas isu-isu dibidang ekonomi, keuangan, fiskal, serta moneter dan sherpa track yang membahas isu-isu non keuangan sepeerti energi, pembangunan, pariwisata, ekonomi digital, pendidikan, tenaga kerja, pertanian, perdagangan, investasi, industri, kesehatan, anti korupsi, lingkungan dan perubahan iklim.

Alasan pembahasan sherpa track menjadi salah satu fokus yang diangkat adalah karena isu-isu ekonomi non keuangan tersebut ada disekkitar semua orang alam kehidupan sehari-sehari. Sebagai contoh pembahasan terkait private sektor atau perusahaan swasta, sistem penggajian, jam kerja karyawan, hak dan kewajbannnya dan lain sebagainya. Private sektor tersebut memiliki peranan pneting terhadap penyerapan lapangan pekerjaan di Indonesia dan dunia. Karena dengan penyerapan tenaga kerja yang maksimal disetiap daerah di Indonesia tentu saja efek dominonya adalah kesejahteraan masyarakat yang meningkat.

Pembahasan sherpa track dalam G20 di Indonesia pada 2022 nanti cukup banyak yang menjadi bahan pembahasan. Selain pembahasan kelapa sawit dan industri bisnisnya, isu energi terbarukan ramah lingkuangan dan tenaga kerjanya, juga bahkan perdagangannya. Selain itu penerapan Good Government Governance di sektor pemerintahan pun masih sekedar retorika dan belum terimplementsikan menyeluruh ke dalam diri mereka. juga penerapan Good Corperate Governance pada sektor swasta.

Dengan Indonesia memegang Presidensi G20 pada 2022 nanti diharapkan adanya manfaat langsung yang dapat dirasakan karena pertemuan tersebut dilaksanakan secara fisik. Misalnya peningkatan konsumsi domestik, penambahan PDB nasional, pelibatan UMKM dan Penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor. Akan tetapi yang terpenting dari semuanya adlah bagaimana mendapatkan kepercayaan dari investor global untuk melakukan percepatan pemulihan ekonomi dan mendorong kemitraan global yag saling menguntungkan.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20211122101616-537-724251/indonesia-angkat-2-tema-besar-terkait-ekonomi-di-presidensi-g20-2022

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *