Cara Penggunaan Bea Materai Rp. 3.000 dan Rp 6.000 Secara Bersamaan

Cara Penggunaan Bea Materai Rp. 3.000 dan Rp 6.000 Secara Bersamaan

 

Dengan diterbitkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai pada tanggal 26 Oktober 2020 lalu, maka penggunaan materai baru dengan nominal Rp. 10.000 secara resmi telah berlaku sejak 1 Januari 2021 ini. Namun, penggunaan materai baru ini tidak serta merta menghilangkan secara langsung penggunaan materai cetakan nominal Rp. 3.000 dan Rp. 6.000 secara langsung, melainkan berangsur-angsur dikurangi secara bertahap penggunaannya.

Hal ini sesuai dengan yang diatur pada Bab XI UU nomor 10 Tahun 2020 mengenai masa peralihan. Dimana, untuk materai tempel cetakan lama yang masih tersisa, masih dapat digunakan sampai dengan jangka waktu 1 (satu) tahun setelah UU ini mulai berlaku, dan tidak dapat ditukarkan dengan uang atau dalam bentuk apa pun. Penggunaan materai tempel cetakan lama ini ditentukan dengan nilai total materai tempel yang dibubuhkan pada dokumen adalah paling sedikit Rp. 9.000.

Ketentuan nilai total materai tempel senilai paling sedikit Rp. 9.000 ini dapat dipenuhi dengan pembubuhan materai dengan kombinasi sebagai berikut :

  1. 1 lembar materai Rp 3.000, dan 1 lembar materai Rp. 6.000;
  2. 2 lembar materai Rp. 6.000; atau
  3. 3 lembar materai Rp. 3.000.

Adapun tata cara pembubuhan materai yang berjumlah lebih dari satu pada suatu dokumen dapat dilakukan dengan ketentuan berikut :

  1. Dapat ditempel sejajar secara vertikal maupun horisontal;
  2. Tidak boleh saling tumpang tindih atau saling menutupi satu dan lainnya;
  3. Spesimen tandatangan dan cap otorisasi harus mengenai setiap masing-masing materai;
  4. Kolom tanggal pada materai diisi sesuai tanggal saat penggunaan materai.

Sedangkan contoh-contoh kondisi yang menyebabkan pembubuhan materai lebih dari satu pada sebuah dokumen dianggap tidak sah adalah sebagai berikut :

  1. Materai saling tumpang tindih atau saling menutupi satu dan lainnya;
  2. Tanda tangan atau cap tidak mengenai masing-masing materai;
  3. Tanda tangan atau cap tidak mengenai masing-masing materai dan kertas;
  4. Tanda tangan atau cap tidak mengenai kertas;

Ketentuan penggunaan materai cetakan lama ini diatur untuk menghabiskan sisa cetakan materai lama, sehingga tidak ada cetakan materai lama yang terbuang atau tidak terpakai sia-sia dikarenakan penerapan penggunaan materai yang baru. Dan diharapkan cetakan materai lama ini telah habis sebelum 31 Desember 2021, sehingga pada Tahun 2020 nanti kita dapat menggunakan materai baru untuk seluruh dokumen yang memerlukan pembubuhan materai.

 

Sumber :

  1. UU no 10 Tahun 2020
  2. Ortax

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *