022-2013163

saiauditor@upi.edu

Senin-Jumat 8:00AM–3:30PM

Pentingnya Satuan Pengawas Internal

Ada peraturan tidak tertulis di perusahaan / institusi / lembaga di seluruh dunia apabila ingin MAJU maka Satuan Pengawas Internalnya (SPI )/ internal Auditnya haruslah kuat. Kenapa SPI haruslah kuat ? karena apabila SPI berfungsi sesuai peran dan fungsinya maka perusahaan dapat mencegah terjadinya kehilangan keuangan perusahaan dan menjaga aset perusahaan dari tindakan korupsi, kelalaian, kebiasaan salah yang dibenarkan, penyimpangan kecurangan dan pemborosan.

 

Pengawasan internal merupakan alat yang baik untuk membantu manajemen dalam menilai operasi perusahaan guna dapat mencapai tujuan usaha. Maka dalam arti sistem pengawasan internal mecakup pengawasan yang dapat dibedakan atas pengawasan yang bersifat akuntansi dan administratif.
a. Pengawasan akuntansi meliputi rencana organisasi dan semua cara dari prosedur yang terutama menyangkut dan berhubugan langsung dengan pengamanan harta benda dan dapat dipercayainya catatan keuangan (pembukuan). Pada umumnya pengawasan akuntansi meliputi sistem pemberian wewenang (otorisasi) dan sistem persetujuan pemisahaan antara tugas operasional, tugas penyimpanan harta kekayaan dan tugas pembukuan, pengawasan fisik dan pemeriksaan internal (internal audit).
b. Pengawasan administratif meliputi rencana organisasi dan semua cara dan prosedur yang terutama menyangkut efisiensi usaha dan ketaatan terahadap kebijaksanaan pimpinan perusahaan yang pada umumnya tidak lansung berhubungan dengan pembukuan (akuntansi). Dalam pengawasan administratif termasuk analisa statistik, time and motion study, laporan kegiatan, program latihan pegawai dan pengawasan mutu. (Drs. MANAHAN NASUTION, Ak)

Pengawasan internal mempunyai peranan yang sangat penting bagi suatu organisasi perusahaan, apabila ada dewan direksi / komisiaris yang menganggap  Satuan Pengawas Internal (SPI) bukanlah sesuatu yang penting maka tinggal tunggulah kehancuran perusahaan. Memperkuat SPI seharusnya berawal dari itikad baik  top manajemen untuk memajukan perusahaan. SPI bukanlah unit kerja yang berhubungan langsung dengan penghasilan perusahaan, tetapi ketika peran dan fungsi SPI berjalan sesuai treknya maka berhubungan tidak langsung dengan peningkatan penghasilan.

Peningkatan penghasilan ini berasal dari tertibnya pembukuan keuangan sehingga tidak terjadinya kehilangan keuangan perusahaan, menjaga aset perusahaan dari tangan-tangan jail dan mencegah peningkatan nilai barang yang tidak sesuai dengan harga pasar, prosudure berjalan sesuai yang di tetapkan sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan, terjaganya mutu pelayan pelanggan, serta efisiensi usaha.

Tanda-tanda SPI diperlemah bisa dilihat dari mengamputasi kewenangannya, menempatkan individu yang tidak layak / tidak mempunyai kompetensi yang tepat di SPI, tidak di tempatkannya pegawai / karyawan yang mempunyai basic akutansi dan kemampuan audit pada komposisi personil SPI, serta membuat SPI tidak independence. Pelemahan SPI ini menjadi tanda bahwa ada gejala ketidakseriusan top manajemen untuk memajukan perusahaan dan melindungi keuangan serta aset perusahaan.

SPI bukanlah unit kerja yang mencari kesalahan, tetapi unit kerja yang membantu top manajemen dalam mengawasi dan mengevaluasi sistem pengendalian manajemen sehingga mengarahkan jalan-nya perusahaan dalam jalur yang benar. Temuan SPI tidak selalu negatif tetapi juga ada temuan positif, temuan positif ini sebaiknya di sebarluarkan sehingga dapat menjadi contoh bagi unit kerja yang lain.

SPI bagaikan sebuah obat bagi seseorang yang sakit. Ketika orang yang sakit itu membeli obat, apakah obat itu di anggap kerugian !!!!!! pembelian obat itu adalah ongkos yang harus dibayar dan jangan di hitung untung-rugi walaupun obat itu mahal harganya. Karena keuntungannya akan lebih besar apabila badan ini sehat. Jadi jangan menganggap membayar  auditor itu sebuah kerugian walaupun ada biaya dalam tanda kutip “khusus” bagi pekerja yang bersifat independence ini. Bagi pengelola institusi Pemerintah, SPI adalah tameng pertama / bemper top manajemen ketika BPK beraksi. Apabila bempernya saja sudah penyok / tidak ada / keropos bagaimana bisa menyelamatkan bila terjadi benturan.

 

Source: Kompasiana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post