022-2013163

saiauditor@upi.edu

Senin-Jumat 8:00AM–3:30PM

AUDIT INTERNAL : CARA TEPAT MENGIDENTIFIKASI TEMUAN

  • Unsur-Unsur Temuan Audit

Unsur-unsur temuan audit meliputi :

  1. Kondisi

Merupakan  keadaan/kejadian sebenarnya yang ditemukan auditor selama proses audit dilaksanakan dan diselesaikan

  1. Kriteria

Dua elemen penting dalam konsep Kriteria (criteria) yaitu tujuan dan sasaran, bisa mencakup standart-standart operasi yang mencerminkan apa yang diinginkan manajemen untuk dicapai oleh operasi yang diaudit dan kualitas pencapaian.

  1. Akibat

risiko/ eksposur yang dihadapi organisasi karena kondisi tidak sama dengan kriteria (akibat perbedaan)

 

 

  1. Sebab

Merupakan alasan perbedaan antara harapan dengan kondisi aktual (mengapa ada perbedaan)

  1. Kesimpulan

Harus ditunjang oleh fakta-fakta. Kesimpulan dapat dan seharusnya menyajikan tindakan potensial.

  1. Rekomendasi

Menggambarkan tindakan yang mungkin dipertimbangkan manajemen untuk memperbaiki kondisi-kondisi yang salah dan untuk memperkuat kelemahan dalam sistem kontrol.

  • Saran-Saran Perbaikan
    Saran-saran perbaikan dari seorang auditor pada temuan audit berfungsi untuk

meningkatkan efisiensi dan efektifitas dari kegiatan-kegiatan di dalam perusahaan dan mencegah kecurangan terjadi (Fraud Prevention).

  • Temuan Audit yang dapat dilaporkan

Temuan yang dapat dilaporkan harus :

  1. Cukup signifikan agar layak dilaporkan ke manajemen
  2. Didokumentasikan dengan fakta, bukan opini, dan dengan bukti yang memadai, kompeten dan relevan
  3. Secara objektif dibuat tanpa bias atau prasangka
  4. Relevan dengan masalah-masalah yang ada
  5. Cukup meyakinkan untuk memaksa dilakukannya tindakan untuk memperbaiki kondisi-kondisi yang mengandung kelemahan.
  • Pendekatan untuk mengkonstruksi Temuan.

Factor-faktor yang perlu dipertimbangkan Internal Auditor :

  • Tidak mengganti pertimbangan audit dengan pertimbangan manajemen.
  • Bertanggungjawab untuk memberikan bukti.
  • Tertarik pada perbaikan kinerja, namun tidak mutlak.

Meninjau temuan audit secara kontinyu, sebab

  • Penelahaan Pengawasan (Supervisory Reviews)

Seharusnya setiap temuan audit yang dilaporkan telah melalui penelahan pengawasan (supervisory review) yang ketat. Tujuannya untuk mempertahankan kredibilitas aktivitas audit internal.Penyelia (supervisor) audit harus melakukan review secara rutin/periodik untuk menjaga mutu/kualitas audit.

  • Pelaporan Temuan Audit (Reporting  Deficiencies  Of Audit Findings)

Beberapa organisasi audit menyusun ringkasan eksekutif (executive summary) atas laporan audit internal.Ringkasan eksekutif biasanya dibuat dalam satu halaman, menjelaskan lingkup audit, menyajikan opini audit secara keseluruhan, menyajikan penilaian auditor atas obyek/operasi yang diaudit, dan menyebutkan temuan-temuan yang dapat dilaporkan.

  • Tindak Lanjut ( Follow Up )

Standar 2500.A.1 : Kepala bagian audit harus menetapkan proses tindak lanjut untuk memonitor dan memastikan bahwa tindakan manajemen telah diimplementasikan secara efektif atau bahwa manajemen senior telah menerima risiko untuk tidak mengambil keputusan. Practice advisory 2500-A.1.1 :”Proses Tindak Lanjut”: Tanggungjawab untuk melakukan tindak lanjut harus didefinisikan dalam piagam tertulis aktivitas audit internal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

TAHAP-TAHAP AUDIT OPERASIONAL

Audit Operasional merupakan suatu pemeriksaan terhadap kegiatan operasi suatu perusahaan, termasuk kebijakan akuntansi dan kebijakan operasional yang ditentukan oleh manajemen untuk mengetahui apakah kegiatan operasi tersebut sudah dilakukan secara efektif,

Audit internal untuk menunjang tata kelola universitas

Audit internal menurut Institute of Internal Auditor (IIA) adalah aktivitas independen, keyakinan objektif dan konsultasi yang dirancang untuk memberi nilai tambah dan meningkatkan operasi organisasi yang membantu organisasi mencapai tujuannya

Fraud, Adakah Cara Efektif Untuk Mendeteksinya?

Fraud dalam akuntansi merupakan penghambat dalam pemanfaatan sumberdaya sehingga menjadikan perhatian penting pihak manajemen atau pengambil keputusan dalam sebuah organisasi. Ada dua jenis kesalahan yang terjadi dalam akuntansi, yaitu kekeliruan