022-2013163

saiauditor@upi.edu

Senin-Jumat 8:00AM–3:30PM

Audit Internal Dalam Manajemen Mutu ISO 9001:2015

ISO 9001 adalah keluarga dari sistem standar manajemen mutu yang dirancang untuk membantu organisasi dalam memastikan bahwa organisasi dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dan stakeholdernya serta dapat memenuhi persyaratan Perundangan, hukum dan peraturan yang terkait dengan produk atau Jasanya.  ISO 9001 berkaitan erat dengan dasar dasar dari sistem manajemen mutu.

Badan sertifikasi adalah pihak ketiga yang memberikan konfirmasi secara independen yang menyatakan bahwa organisasi sudah memenuhi persyaratan ISO 9001. ada Lebih dari satu juta perusahaan atau organisasi di seluruh dunia yang telah disertifikasi , dan menjadikan  ISO 9001 salah satu alat manajemen yang paling banyak digunakan di dunia saat ini.

ISO 9001: 2015 adalah standard  dokumen (Standard Persyaratan) yang mencantumkan persyaratan yang harus dijalankan oleh organisasi dan harus dijaga implementasinya , Ada beberapa dokumen standard  yang berbeda dalam family ISO 9000 , tapi hanya  ISO 9001-2015 yang bisa disertifikasi. ISO 9001: 2015 adalah standar terbaru dari Sistem Manajemen Mutu ini,  dan “2015” adalah  tahun revisi terbaru dari sistem Manajemen Mutu itu.

Penerapan sistem manajemen mutu adalah suatu keputusan strategis bagi suatu organisasi yang dapat membantu organisasi untuk meningkatkan kinerjanya secara keseluruhan dan menyediakan dasar yang kuat untuk inisiatif pembangunan berkelanjutan.

Audit internal merupakan salah satu syarat yang harus dilaksanakan bagi organisasi yang menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015. Dalam klausul 9.2 disebutkan mengenai  Audit Internal. Berikut klausul 9.2 dalam sistem manajemen mutu ISO 9001:2015:

9.2  Audit internal

9.2.1      Organisasi harus melakukan audit internal pada selang waktu yang direncanakan untuk memberikan informasi apakah sistem manajemen mutu;

  1. Sesuai dengan :
  • Persyaratan organisasi itu sendiri untuk sistem manajemen mutu;
  • Persyaratan Standar Internasional ini;

 

  1. Apakah diimplementasikan dan dipelihara dengan efektif.

9.2.2      Organisasi harus:

  1. a) Merencanakan, menetapkan, dan memelihara program audit termasuk frekuensi, metode, tanggung jawab, persyaratan perencanaan dan pelaporan, yang harus mempertimbangkan pentingnya proses-proses yang berkaitan, perubahan yang mempengaruhi organisasi, dan hasil audit sebelumnya;
  2. b) Menentukan kriteria audit dan ruang lingkup untuk setiap audit;
  3. c) Memilih auditor dan melaksanakan   audit      untuk    memastikan       objektivitas        dan ketidakberpihakan proses audit;
  4. d) Memastikan bahwa hasil audit dilaporkan kepada manajemen yang relevan;
  5. e) Melakukan koreksi yang diperlukan dan tindakan perbaikan tanpa ditunda;
  6. f) Menyimpan informasi terdokumentasi sebagai bukti pelaksanaan program audit dan hasil audit.

Adapun tujuan lain dari internal audit  internal sistem manajemen mutu adalah:

  1. Untuk melihat kesesuaian antara kriteria dan aktual implementasi dilapangan
  2. untuk melihat potensi perbaikan berkelanjutan dari SMM yang dibangun
  3. Untuk melakukan / menyelidiki departemen / bagian yang lemah dalam implementasi ISO 9001:2015.

 

Sumber:

https://sertifikatisokontraktor.wordpress.com/2017/02/21/pengertian-iso-90012015/

https://wqa.co.id/syarat-dan-tujuan-internal-audit-iso-9001

http://konsultaniso.web.id/sistem-manajemen-mutu-iso-90012008/konsultan-iso/pelatihan-in-house-audit-mutu-internal-iso-90012015/

STANDAR INTERNASIONAL ISO 9001:2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

Proses Investigatif Untuk Menelusuri Kecurangan

Beberapa kecurangan dapat diselesaikan dengan hanya mengidentifikasi hal-hal yang tidak konsisten dan menanyakannya kepada seorang yang langsung mengakuinya. Sedangkan yang lainnya melaui proses yang rumit dan tersembunyi. Kecurangan seperti ini

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Dalam perhitungan PPh pasal 21, kita telah familiar dengan istilah Penghasilan tidak Kena Pajak yang merupakan pengurangan penghasilan neto yang diperkenankan oleh undang-undang Nomor 7 tahun 1983 sebagaimana telah diubah

Audit internal untuk menunjang tata kelola universitas

Audit internal menurut Institute of Internal Auditor (IIA) adalah aktivitas independen, keyakinan objektif dan konsultasi yang dirancang untuk memberi nilai tambah dan meningkatkan operasi organisasi yang membantu organisasi mencapai tujuannya