022-2013163

saiauditor@upi.edu

Senin-Jumat 8:00AM–3:30PM

Tujuan Audit dan Setara Kas

Kas merupakan asset lancar perusahaan yang sangat menarik dan mudah untuk diselewengkan. Selain itu banyak transaksi perusahaan yang menyangkut penerimaan dan pengeluaran kas. Karena itu, untuk memperkecil kemungkinan terjadinya kecurangan atau penyelewengan yang menyangkut uang kas perusahaan, diperlukan adanya pengendalian intern (internal control) yang baik atas kas dan setara kas.

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), kas adalah sebuah investasi yang dapat bersifat sangat liquid, memiliki jangka pendek, dan dapat dengan cepat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi risiko atas perubahan nilai yang signifikan. Lebih lanjut, IAI menyebutkan bahwa kas terdiri dari saldo kas (cash on hand), rekening giro, atau setara kas.

Menurut Sukrino Agoes (Auditing: petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Kantor Akuntan Publik. Hal. 230)

  • Kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.
  • Bank adalah sisa rekening giro perusahaan yang dapat dipergunakan secara bebas untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.

Setara kas dimiliki untuk tujuan memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk investasi atau tujuan lain. Namun, investasi dapat dikualifikasikan sebagai setara kas apabila investasi tersebut dapat dikonversikan menjadi kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan. Maka dari itu, investasi umumnya diklasifikasikan sebagai setara kas hanya jika akan segera jatuh tempo dalam waktu tuga bulan atau kurang sejak tanggal perolehan.

Perkiraan perkiraan yang biasa digolongkan sebagai kas dan setara kas antara lain kas kecil (Petty Cash) dalam rupiah maupun mata uang asing, saldo rekening giro Bank dalam rupiah maupun mata uang asing, bon sementara (I O U), bon-bon kas kecil yang belum di-reimbursed, dan cek tunai yang akan di depositokan.

Sedangkan yang tidak dapat digolongkan sebagai bagian dari kas dan setara kas pada laporan keuangan (neraca) contohnya adalah deposito berjangka (time deposit), cek mundur dan cek kosong, dana yang disisihkan untuk tujuan tertentu (sinking fund), dan rekening giro yang tidak dapat segera digunakan baik di dalam maupun di luar negeri, misalnya karena dibekukan.

Tujuan audit kas dan setara kas antara lain:

  1. Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas kas dan setara kas serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan bank.

Beberapa ciri internal control yang baik dapat dilihat dari adanya pemisahan tugas dan tanggung jawab antara yang menerima dan mengeluarkan kas dengan yang melakukan pencatatan, adanya pemisahan tugas antara pegawai yang membuat rekonsiliasi bank dengan yang mengerjakan buku bank, menyimpan asset-asset (uang kas, Blanko check dan giro) ditempat yang yang aman, penerimaan kas, check dan giro disetor ke bank dalam jumlah seutuhnya (intact) paling lambat keesokan harinya, dan bukti-bukti pendukung dari pengeluaran kas yang sudah dibayar harus distempel lunas, untuk menghindari kemungkinan untuk di proses pembayarannya dua kali (double payment)

  1. Untuk memeriksa apakah saldo kas dan setara kas yang ada di laporan posisi keuangan (neraca) per tanggal laporan posisi keuangan (neraca) betul betul ada dan dimiliki oleh perusahaan (existence). Oleh karena itu auditor harus melakukan kas opname dan mengirim konfirmasi bank;
  2. Untuk memeriksa apakah semua transaski betul-betul terjadi dan tidak ada transaksi fiktif (occurance);
  3. Untuk memeriksa apakah transaksi sudah dicatat secara akurat dan pada waktu yang tepat dalam buku penerimaan kas dan pengeluaran kas sehingga tidak ada transaksi yang dihilangkan (completeness), tidak ada kesalahan perhitungan matematis, tidak salah posting dalam buku penerimaan kas dan pengeluaran kas , klasifikasi (accuracy, posting, and summarization, and classification.), dan tidak terjadi pergeseran waktu pencatatan (timing);
  4. Untuk memeriksa apakah ada pembatasan untuk penggunaan saldo kas dan setara kas. Jika perusahaan menyisihkan sebagian dana yang dimiliki untuk keperluan pelunasan obligasi berikut bunganya (sinking fund) maka dan tersebut tidak dapat dilaporkan sebagai bagian dari kas di asset lancer. Begitupun jika ada saldo rekening giro yang dibekukan karena perusahaan tersangkut suatu masalah hukum;
  5. Untuk memeriksa sendainya ada saldo kas/setara kas dalam valuta asing. Apakah saldo tersebut sudah dikonversikan ke dalam rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada tanggal laporan posisi keuangan (neraca) dan apakah selisih kurs yang terjadi sudah dibebankan atau dikreditkan ke laba rugi (komprehensif) tahun berjalan.

Perusahaan biasanya tidak hanya memiliki harta dalam bentuk Rupiah saja, ada kalanya suatu perusahaan memiliki harta dalam bentuk valuta asing. Pemeriksaan ini sendiri bertujuan untuk mengetahui apakah ada saldo perusahaan dalam bentuk valuta asing.

  1. Untuk memeriksa apakah penyajiannya di laporan posisi keuangan (neraca) sudah sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia berdasarkan SAK/ETAP/IFRS

Terkadang perusahaan melakukan pencatatan saldo kas tidak sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia. Sebagai contoh ditemuinya pada laporan keuangan perusahaan, pengeluaran kas yang dibatasi untuk pengeluaran jangka pendek tetapi tidak dimasukkan ke dalam asset lancar.

Menurut SAK:

  • kas dan setara kas disajikan di laporan posisi keuangan (neraca) sebagai asset lancar (Current Assets).
  • kas dan setara kas yang penggunaannya diabtasi dapat dimasukkan dalam asset lancar hanya jika pembatasan tersebut dilakukan untuk menyisishkan dana untuk melunasi kewajiban jangka pendek atau jika pembatasan tersebut hanya berlaku selama satu tahun.
  • saldo kredit pada perkiraan bank disajikan pada kelompok kewajiban sebagai kewajiban jangka pendek. Saldo kredit dan debit rekening giro pada bank yang sama dapat digabung dan disajikan pada laporan posisi keuangan (neraca) sebagai satu kesatuan.

 

 

Sumber: Agoes, Sukrisno.2017. Auditing: petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Kantor Akuntan Publik. Jakarta: Salemba Empat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

Proses Investigatif Untuk Menelusuri Kecurangan

Beberapa kecurangan dapat diselesaikan dengan hanya mengidentifikasi hal-hal yang tidak konsisten dan menanyakannya kepada seorang yang langsung mengakuinya. Sedangkan yang lainnya melaui proses yang rumit dan tersembunyi. Kecurangan seperti ini

Audit Internal Dalam Manajemen Mutu ISO 9001:2015

ISO 9001 adalah keluarga dari sistem standar manajemen mutu yang dirancang untuk membantu organisasi dalam memastikan bahwa organisasi dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dan stakeholdernya serta dapat memenuhi persyaratan Perundangan, hukum

AUDIT INTERNAL : CARA TEPAT MENGIDENTIFIKASI TEMUAN

Unsur-Unsur Temuan Audit Unsur-unsur temuan audit meliputi : Kondisi Merupakan  keadaan/kejadian sebenarnya yang ditemukan auditor selama proses audit dilaksanakan dan diselesaikan Kriteria Dua elemen penting dalam konsep Kriteria (criteria) yaitu